Kamis, 22 maret 2007. Hari itu langit sangat hitam kelam ditambah hari itu hujan turun rintik-rintik, terpaksalah hari itu aku mempercepat lajuku untuk mencari kendaraan umum untuk pulang. Dan saat itulah dimulai ceritaku kali ini.
Kamis malam itu, selepas matakuliah Artificial Inteligen kira2 jam 7 dan dengan segera ku lanjutkan dengan menunaikan sholat magrib. Selang beberapa menit kemudia ku bergegas turun dari lantai 2 dan segera mencari kendaraan umum untuk pulang kerumah.
Rumahku terbilang cukup jauh dari kampus Bina Nusantara, ada 3-4 x ganti kendaraan umum, yaah aku nikmati sajalah. Mau bawa kendaraan pun aku malas, disamping itu jalanan yang setiap hari ku lalui selalu padat dan cara menyetirku masih kurang bagus sehingga aku masih ragu-ragu untuk membawa kendaraan pribadi. Selain itu dengan tidak membawa kendaran pribadi aku bisa tidur di bis itung2 mengurangi kelelahan saat siang tadi.
Sewaktu aku melewati pertigaan kampus Anggrek, disana sudah menunggu sebuah angkot jurusan M24 yg biasa kugunakan. Tapi ada yang berbeda kali ini. Angkot itu terlihat lusuh warnanya, lampu kabinnya redup bila mesinnya tidak digas. Karena hari itu sedang hujan, tak piker panjang langsung saja kunaiki angkot tua itu. Setelah ku masuk dalam kabin itu, kulihat seorang bapak tua yang mengemudikan angkot tua itu dan disampingnya ada seorang anak yang kira2 umurnya 6 tahun. Anak itu setia menemani bapak tua itu disampingnya. Dengan ditanganya terdapat segela frutang dingin, tampaknya anak itu sangat menikmatinya walau keadaan cuaca di luar mobil sedang saat kelam.
Sudah 5 menit aku berada didalam mobil itu, dan aku pun memandangi orang2 diluar melalui jendela angkot, kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa dan mahsiswi binus jg yang baru saja selesai kuliah. Menunggu dan menunggu…..
Mmmmm…. Ada yang aneh kali ini, biasanya setiap angkot yang nenunggu di pertigaan kampus anggrek itu cepat sekali terisi penuh karena banyak sekali mahasiwa mahasiswi yang berlalulalang melalui pertigaan kampus itu.
Kulihat jam pada Hpku ternyata sudah menunjukan pukul setengah delapan malam…. Mobil pun belum berjalan… tetapi aku pun masih sabar menunggu, dalam hati “ ,, duh lama jg yah jalannya, sepi kali yaah”. Tp akupun terheran-heran kenapa sejak tadi hanya diriku saja yang masuk kedalam angkot ini ??? apa karena angkot ini jelek kan ??? atau pengemudi angkot ini terlihat seram ???
Ah masa bodo lah… insyaalloh jalanku aman cetusku dalam hati.
Tak lama akhirnya angkot tua itu pun berjalan…. Terasa sekali angina yang berhembus kedalam mobil melalui jendela angkot itu sangat dingin.
Selang beberpa menit angkot itu pun kembali didekat gang yang berdekatan dengan pintu masuk kampus sahadan. Hal serupa pun terulang….
Dari dalam gang banyak sekali mahasiswa mahasiswi yang lalu lalang keluar masuk tp tak satupun yang menaiki angkot ini…
Dlm hati ku berkata,”mmm…. Isinya anak2 kos semua kali yah sampe ga ada yg naik gini….”
Dan setelah itu angkot pun kembali berjalan.
Tak lama pula angkot itu pun kembali berhenti lagi, kali ini berhenti digang yang sebelahnya ada toko service komputer, toko itu banyak sekali memajang layar monitor dietalasenya. Dan hal yang serupa terulang… banyak orang yang lalu lalang tapi tak satupun yang menaiki angkot ini….
Dalam hati kuberkata, “ ada apa yah hari ini…???”
Selang beberapa menit angkot ini kembali melaju, dan setalah melewati pertigaaan haji taisir, seraya aku kaget sekali karena tiba2 bapak tua sang pengemudi angkot itu berbicara….
Supir,” Astagfirullah2x… Subhanalloh… Alloh2x…”
Aku pun yang sedang bersender dibelakang serentak kaget karena bapak itu berkata2 dengan kencang….
Kata itu pun diulang2nya…
Dan aku pun coba membuka pembicaraan pada saat itu…
Supir, “ya alloh, subhanalloh….ya alloh… malam ini sepi sekali ya alloh……”
Aku, (menyeletuki) “ iya yah bang, ni malem kok beda banget sama malem2 yg kemaren2”
Supir saat itu masih saja masih menyebut2 Asma Alloh.
Dan aku pun masih takut tuk berbicara, dan aku rasa sang supir ini tidak menggubris perkataanku…
Tetapi ternyata sang supir pun membalas…
Supir,” iya dek, saya ini dari Srengseng sampe disini baru dapet 2 penumpang” sambil supir itu memperlihatkan uang Rp 2000 kepada saya. Lalu saya pun mejawab, “ waduh masih 2000 ya bang.. mana udah malem gini yah”.
“ini rejeki saya dek, ini rejeki yang Alloh kasih buat saya…”, “ Alloh maha besar maha pemberi riski” kata sang supir. Dalam hati kuberkata, iman supir ini mulia sekali walau alloh memberinya cobaan sang bapak tetap tegar dalam menghadapinya dan tak habisnya ia menyebutkan Asma Alloh.
Hatiku tertegun melihat bapak itu, gigih sekali… dan sampai2 ku berkata seperti ini dalam hati, “ ya Alloh… bila kau tak tambah2kan penumpang dalam angkot sang bapak tua ini… kan kuberikan uang yang ada dalam saku ku ini….”
Hatiku ini rasanya iba sekali melihat sang supir itu masih tetap tabah dan terus mencoba mencari penumpang….
Lalu terjadi lagi percakapan kecil dengan sang supir itu….
“Mau kemana dek”, kata sang supir… “ Mo pulang bang…”,kata ku..
“Rumahnya dimana dek”tukas sang supir “Taman Mini…” kataku..
“waah jauh juga yaah…. Ade musti naik kendaraan lagi yaah dari slipi” kata sang supir.
“iya bang, musti naik P6 lagi… emang kenapa bang ???” kata ku.
“engak, tdnya klo misal ade udah deket abang mo muter dikit jalannya… tp ga jadi dech nanti ade ke malaman dan nanti jalanannya macet lagi” jawab si abang.
“ ya, klo muternya ga terlalu jauh gpp lah bang… abis angkotnya sepi gini” balasku..
“yah de, ini sudah rejeki saya dr gusti Alloh, jd nanti uang 2000 yg d sini dan yang akan diberikan ade pas turun ya mungkin itu rejeki saya hari ini” jawab c abang.
Lalu setelah melawati tikungan yang hendak mengarah ke-Slipi, tiba2 saja ada beberapa orang datang dan terus berdatangan… sehingga angkot itu penuh…
“Alhamdulillah…2x ya Alloh alhamudlillah….” Cakap sang supir.
“waah sekarang rame ya bang… hehehehehe “ balas ku..
“Alhamdulillah… namany rejeki de, Alloh yang atur…. Ini kebesaran Alloh de…. Pokoknya tetep optimis dan tabah dulu aja de”jawab sang supir.
Dalam hatiku” ya Alloh, sungguh besar sekali kasihmu… terimakasih engakau telah memperlihatkan kebesaran-MU.
Ya Alloh sungguh besar karunia-Mu.
Sekian dulu ceritaku….
sadar.. sadar..
Dia akan mendengarmu …..
nice story gus …
Yup rejeki memang dari Allah, tahun 2004 saya harus kerja di Jkt hanya bawa uang 70rb masih blank soal Jakarta. Honor baru dibayar bln depan (belum terima gaji dll) itupun hanya 300rb lebih dikit per bulan.
Ajaibnya saya mampu bertahan hidup lebih dari 6 bulan di Jakarta dengan kondisi keuangan seperti itu, tanpa perlu meminjam uang ke siapapun (malah masih bisa nabung lebih dari setengah dari uang honor yang sedikit itu). Rahasianya dapat tumpangan di Mess TNI (yang ngasih referensi nggak tanggung-tanggung seorang brigjen) lokasi mess tersebut ternyata persis di depan kantor tinggal nyebrang jalan doang, dan berkat sedikit kemampuan servis komputer cukup banyak dapat order, ternyata bayaran untuk servis komputer di Jakarta cukup lumayan dibandingkan Bandung (padahal udah matok tarif seikhlasnya saja ndak bayar pun ndak masalah
). Belum lagi akibat hal itu jadi mendapat banyak teman yang sangat mudah bila dimintai pertolongan
nice story,, gw jd makin menghargai apa ygudah allah kasih slama ini
nice story …
janganlah kita mengeluh dengan apa yang sudah kita terima ..
nice story…
banyak kejadian spt itu disekitar kita. Satu hal yang pasti, mereka membuat kita perlu melihat bahwa kesusahan yang kita alami mungkin tidak sebanding dengan apa yang orang lain rasakan. karena itu, tetap berusaha dan jangan menyerah…
nice story Gus